Learner Autonomy In The English Languages Classroom

C. Kismadi, Gloria (2002) Learner Autonomy In The English Languages Classroom. Jurnal Bahasa & Sastra, 02 (1). 1 - 15. ISSN 1411 - 9137

Full text not available from this repository.
Official URL: http://library.binus.ac.id/Collections/journal_det...

Abstract

Survei yang dilakukan oleh sebuah biro konsultan di Hongkong – PERC (Political and Economic Risk Consultancy) terhadap 12 negara di Asia Timur dan Asia Tenggara menunjukkan bahwa dalam hal mutu pendidikan, Indonesia menempati ranking terakhir. Hal tersebut menyebabkan masyarakat Indonesia mengkritik sistem pendidikan Indonesia. Sistem pendidikan di Indoensia dikatakan ketinggalan zaman dan tidak dapat membuat masyarakatnya mampu menjawab tantangan zaman.Developing learner autonomy muncul sebagai salah satu cara mengatasi hal tersebut. Metode tersebut mendorong pengajar berpikir dari cara tradisional menjadi lebih mandiri, personal, dan cara yang bertanggung jawab dalam mendapatkan pengetahuan. Dalam sistem pendidikan itu, pelajar dapat memilih aktivitas yang mereka inginkan, mempelajarinya, dan akhirnya melakukan tugasnya. Developing learner autonomy muncul sebagai salah satu cara mengatasi hal tersebut. Metode tersebut mendorong pengajar berpikir dari cara tradisional menjadi lebih mandiri, personal, dan cara yang bertanggung jawab dalam mendapatkan pengetahuan. Dalam sistem pendidikan itu, pelajar dapat memilih aktivitas yang mereka inginkan, mempelajarinya, dan akhirnya melakukan tugasnya. Developing learner autonomy muncul sebagai salah satu cara mengatasi hal tersebut. Metode tersebut mendorong pengajar berpikir dari cara tradisional menjadi lebih mandiri, personal, dan cara yang bertanggung jawab dalam mendapatkan pengetahuan. Dalam sistem pendidikan itu, pelajar dapat memilih aktivitas yang mereka inginkan, mempelajarinya, dan akhirnya melakukan tugasnya. Developing learner autonomy muncul sebagai salah satu cara mengatasi hal tersebut. Metode tersebut mendorong pengajar berpikir dari cara tradisional menjadi lebih mandiri, personal, dan cara yang bertanggung jawab dalam mendapatkan pengetahuan. Dalam sistem pendidikan itu, pelajar dapat memilih aktivitas yang mereka inginkan, mempelajarinya, dan akhirnya melakukan tugasnya. Developing learner autonomy muncul sebagai salah satu cara mengatasi hal tersebut. Metode tersebut mendorong pengajar berpikir dari cara tradisional menjadi lebih mandiri, personal, dan cara yang bertanggung jawab dalam mendapatkan pengetahuan. Dalam sistem pendidikan itu, pelajar dapat memilih aktivitas yang mereka inginkan, mempelajarinya, dan akhirnya melakukan tugasnya. Developing learner autonomy muncul sebagai salah satu cara mengatasi hal tersebut. Metode tersebut mendorong pengajar berpikir dari cara tradisional menjadi lebih mandiri, personal, dan cara yang bertanggung jawab dalam mendapatkan pengetahuan. Dalam sistem pendidikan itu, pelajar dapat memilih aktivitas yang mereka inginkan, mempelajarinya, dan akhirnya melakukan tugasnya.

Item Type: Article
Additional Information: 18_Volume 02 / Nomor 1 / Maret 2002_Learner Autonomy In The English Languages Classroom
Subjects: Language and Culture
Divisions: ?? journal_3 _18_Volume-02--Nomor-1-Maret-2002 ??
Depositing User: Mr. Super Admin
Date Deposited: 17 Dec 2012 08:16
Last Modified: 11 Apr 2013 04:28
URI: http://eprints2.binus.ac.id/id/eprint/15954

Actions (login required)

View Item View Item